“PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN UJI WIDAL MENGGUNAKAN METODE SLIDE DENGAN METODE TABUNG TERHADAP BESARAN TITER AGLUTINASI PADA SERUM PENDERITA DEMAM TIFOID DI PUSKESMAS POASIA KOTA KENDARI”

  • Tiara Mayang Pratiwi Lio Prodi D-IV TLM UMW
  • Tasnim Tasnim Prodi Kesehatan Masyarakat
Keywords: Demam Tifoid, Pemeriksaan Widal, Metode Slide, Metode Tabung

Abstract

ABSTRAK
Penyakit Thypoid ini disebabkan oleh Salmonella typhi. Diagnosa demam tifoid dapat dilakukan dengan pemeriksaan widal. Tes aglutinasi Widal dengan menggunakan uji hapusan (slide test) dan uji tabung (tube test). Pemeriksaan widal metode slide test merupakan metode pemeriksaan secara kualitatif dengan melihat besaran aglutinasi, sedangkan metode tube test merupakan metode pemeriksaan secara semi kuantitatif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan widal dengan menggunakan metode slide dan metode tabung pada pasien demam thypoid di Puskesmas Poasia Kota Kendari. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian PreEksperimen yakni dilakukan treetmen pada sampel untuk melakukan percobaan secara laboratories dengan menentukan hasil pemeriksaan widal pada sampel darah penderita demam tifoid. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel darah penderita demam tifoid yang berjumlah 7 sampel. Data penelitian dianalisis dengan uji statistik parametrik (Paired samples t-test). Hasil uji hipotesis memiliki  nilai sig 0,005 < α (0,05) maka terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pemeriksaan widal dengan menggunakan metode slide dan metode tabung pada pasien demam thypoid di puskesmas poasia kota kendari. Hasil pemeriksaan widal metode slide didapatkan titer minimum 1/80 dan titer maksimum 1/320 dan hasil pemeriksaan widal metode tabung didapatkan titer minimum 1/80 dan titer maksimum 1/1280. Untuk peneliti selanjutnya disarankan agar meneliti perbandingan sensitifitas dan spesifitas hasil pemeriksaan widal dengan pemeriksaan tubex dalam mendeteksi demam tifoid.

Published
2021-07-22