EFEKTIFITAS EKSTRAK METANOL DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) DAN DAUN SINGKONG (Manihot utilisima Pohl ) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella typhi SECARA INVITRO

  • Syawal Abdurrahman Prodi D-IV TLM UMW
Keywords: ekstrak daun pepaya dan daun singkong, salmonella typhi

Abstract

ABSTRAK
Daun pepaya (Carica papaya L.) mengandung senyawa antibakteri seperti tanin, alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin, dan alkaloid karpain. Daun singkong (Manihot utilisima Pohl) memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang mempunyai aktivitas dapat menghambat bakteri.. Salmonella typhi menyebabkan penyakit demam tifoid (Typhoid fever) karena infeksi bakteri ke dalam pembuluh darah dan gastroenteritis, yang disebabkan oleh keracunan makanan/ intoksikasi. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Efektifitas Ekstrak Metanol Daun Pepaya (Carica papaya L) Dan Daun Singkong (Manihot utilisima Pohl) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Salmonella typhi Secara Invitro, dengan konsentrasi 65%, 70% dan 75%. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Diagnostik Molekuler D-IV Analis Kesehatan Mandala Waluya Kendari Pada Bulan Juli 2019. Sampel yang digunakan dari Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) dan Daun Singkong (Manihot utilisima Pohl). Hasil pengukuran zona hambat ekstrak daun pepaya terhadap salmonella typhi pada konsentrasi 65%, 70% dan 75% adalah 1,4 mm, 1,85 mm dan 2,3 mm. Daun singkong terhadap salmonella typhi pada konsentrasi 65%, 70% dan 75% adalah 2,4, 1,55 dan 2,1. Kesimpulan pada penelitian setelah dilakukan pengamatan memperlihatkan adanya daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri salmonella typhi. Kedepannya dilakukan penelitian dengan ekstrak senyawa alam lain yang lebih sensitive terhadap bakteri Salmonella typhi.

Published
2021-07-22